•    oleh tim editor – Astindo / Oct-2012 / Kamis,04/10/2012 /  10.00 wib

Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara ASTINDO dan Konsorsium perusahaan asuransi telah dilakukan pada tanggal 04 October 2012 di Kantor DPN (Dewan Pengurus Nasional) ASTINDO, Wisma Nugra Santana lantai 9, Jakarta. MOU ditandatangani oleh Ketua Umum ASTINDO  dan Direktur Utama dari Asuransi Raya dan Mega Insurance. MOU merupakan bentuk komitmen dari semua pihak untuk menyetujui skema dan aturan main jaminan terhadap dana travel agent di airlines. Selain Ibu Elly Hutabarat (Ketua Umum Astindo), Direktur Utama Asuransi Raya Bp Arend Maramis Direktur Utama Mega Insurance ibu Liarny, hadir pula Bp Muriadji Chairman dari pihak konsorsium Asuransi. Ibu Herna Danuningrat tokoh senior, salah satu penggagas & pendiri Astindo yang kini sebagai pembina Dewan Pengurus Nasional ASTINDO juga nampak hadir.

Di Tempat dan waktu yang sama, ketua asita jakarta Ibu Hasiyana dan wakil ketuanya Bp Rudiana juga menandatangani hal  yang sama dengan pihak konsorsium asuransi.

ASTINDO Telah Menemukan Solusi Aman Dana Travel Agent   

Sekarang ini travel agent tidak perlu takut lagi uangnya tidak dibayar oleh airlines, sekalipun airlines yang bersangkutan tidak beroperasi lagi untuk selamanya. Kekhawatiran Travel Agent yang berkepanjangan, ketika menjadi appointed agent dari suatu perusahaan penerbangan lokal milik swasta, berakhir sudah. Trauma yang disebabkan oleh stop operasi atau bangkrutnya beberapa airline domestic yang telah merenggut milyaran uang travel agent, mudah-mudahan segera berakhir.

Pengurus ASTINDO Tidak Pernah Berhenti Berupaya

Sebelumnya, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) ASTINDO, misalnya dengan kerjasama dengan pihak Sriwijaya, BNI 46 dan Asuransi Raya, dengan suatu skema proteksi terhadap top up pada Sriwijaya, yang disebut “Traveling Card” itu, tapi nampaknya belum dapat terimplementasi dengan baik, dan belum belum dapat memuaskan anggota.    

Dana Travel Agent  di Airlines, Akan Dibayar Penuh Oleh Pihak Asuransi

Kali ini terobosan terbaru yang dilakukan oleh ASTINDO adalah bagaimana mengamankan  dana modal kerja travel agent (top up atau prepaid travel agent) yang ada pada seluruh domestic airlines tetap bisa kembali utuh, apabila airlines-nya stop operasi tanpa perlu membayar merchant fee yang dianggap agak membebani itu, akhirnya ASTINDO dapat menggandeng suatu konsorsium perusahaan asuransi, untuk membuat skema yang dapat memproteksi uang travel agent yang ada pada airlines termasuk diantaranya nilai top up dan sisa top up, ditambah dengan ticket-ticket yang sudah issued yang belum diterbangkan. Skema ini berjalan tanpa melibatkan pihak airline maupun bank, seperti halnya pada skema travelling card yang lalu.

Tidak Perlu Menunggu Yang Tidak Pasti  

Dengan premi asuransi sebesar 0.17 %, dibayarkan perminggu, berdasarkan jumlah nilai top up selama seminggu dari seluruh airlines yang dilakukan top up. Maka seluruh dana travel agent dan ticket yang di issued akan ter-cover oleh asuransi. Apabila ada salah satu airlines yang dinyatakan stop operasi, maka 3 (tiga) hari kemudian, travel agent dapat melakukan klaim kepada pihak asuransi, dengan menyampaikan bukti-bukti uangnya yang masih tersimpan pada airlines tersebut. Perusahaan asuransi akan membayar klaim travel agent tersebut yang sudah sama-sama disepakati, paling lambat 30 (tiga puluh ) hari. Sehingga skema yang sekarang, travel agent tidak perlu menunggu berlama-lama, apalagi menunggu yang tidak pasti uangnya dapat kembali.
(SF 001-10/2012)